Kabupaten Ciamis,- Universitas Galuh (Unigal) Ciamis melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menggelar Seminar Nasional And Call For Papers denga Tema “Peran Desa Dalam Pemulihan Pasca Pandemi Covid-19 Melalui Percepatan Tranformasi Digital” yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Galuh Kabupaten Ciamis. Kamis, 28/02/23.

Hadir pada acara tersebut, Bupati Ciamis yang diwakili oleh Asisten Daerah (Asda) I H. Wasdi Ijudin, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Ir. H. AA Langalla Mahmud Mattalitti Perwakilan Bupati Tasikmalaya, Perwakilan Bupati Pangandaran, Perwakilan Walikota Banjar, Kapolres Ciamis, Dandim 0613 Ciamis dan Unsur Frokopimda Kabupaten Ciamis.

Dalam sambutannya Dekan Fisip H. Cecep Cahya Supena menyampaikan bahwa tranformasi digital sangat bermanfaat bagi kemajuan desa.

“Transformasi digital di desa adalah untuk penggunaan teknologi informasi dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi desa, kegiatan desa dapat dilakukan sebaik-baiknya di samping itu transformasi digital sangat meningkatkan kesejahteraan desa”, Katanya.

Sambung H. Cecep, seminar nasional yang digelar kali ini merupakan salahsatu program akademik dari mata kuliah prodi ilmu pemerintahan yang telah di praktikumkan selama satu semester dan di akhiri dengan seminar nasional.

Ya, tentu kita berharap implementasi hasil seminar nasional kali ini mampu mendapatkan rumusan atau model tentang peran desa dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19 melalui transformasi digital.

“Melalui seminar nasional ini bisa diketahui bagaimana Pemerintah Desa dalam penerapan ekonomi government dalam situasi kondisi masyarakat pasca dilanda covid 19, penerapan ini adalah bertujuan supaya pemerintah Desa kita mengetahui bagaimana desa dalam pembangunan desa menerapkannya secara efisien, kreatif, transparan dan akuntabel,” jelasnya.

H. Cecep mengharapkan, melalui seminar yang digelar dapat memberikan manfaat bagi para mahasiswa.

“Saya harap Seminar ini bermanfaat bagi semua orang,” Harap H. Cecep

Senada, Prof. Dr. Dadi, M.Si. selaku Rektor Universitas Galuh mengatakan, seminar yang digelar bertujuan untuk mengetahui proses pembangunan desa.

“Saya juga mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pembekalan sekaligus dengan bagaimana desa-desa di Ciamis atau di Indonesia ini dapat diperkuat, kita tahu desa adalah kekuatan yang signifikan dalam proses pembangunan ekonomi bangsa kita,” Ujarnya.

Ya, saya masih ingat ketika tahun 1997 dan 1998 kita mengalami krisis moneter, ketika hutang menambah semakin berat pada saat itu yaitu nilai tukar Rupiah anjlok begitu dalam dan kita masuk ke jurang krisis yang luar biasa.

Tetapi pada waktu itu desa menjadi penguat ekonomi nasional dan desa dapat bertahan lebih baik, karena segala sesuatu yang dapat dibutuhkan oleh masyarakat desa dapat dipenuhi, bahkan Desa juga menjadi penyelamat karena seluruh kebutuhan ada sekitar Desa,” Katanya.

Dadi juga menjelaskan, perbedaan resesi ekonomi pada tahun 1997 dan saat ini adalah perkembangan teknologi yang begitu pesat.

“Sekarang ketika pandemi berlangsung kembali, kita juga diancam dengan resesi ekonomi. Hanya perbedaannya krisis antara 1997 dan pandemi adalah bagaimana loncatan teknologi dapat menggiringkan ke dunia yang berbeda, kita semua pada saat pandemi mati kutu dan tidak bisa bergerak kemana-mana. Karena ekonomi juga stak, sehingga tidak ada yang bisa dilakukan, tetapi beruntung loncatan teknologi informasi begitu besar dan pergerakan itu dapat diatasi oleh teknologi komunikasi,” Pungkasnya.

Share This :