Penyerahan penghargaan lomba inovasi daerah Kabupaten Ciamis Tahun 2022 oleh Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya pada acara HUT Kabupaten Ciamis tahun 2022

Kabupaten Ciamis – Selama periode 2021-2022 Indeks Inovasi Daerah atau IID Kabupaten Ciamis mencapai poin memuaskan.

Sesuai data pada BAPPEDA (Badan Perencanan Perencanaan Pembangunan Daerah) Ciamis, nilai IID tahun 2021 sebesar 54,35 poin.

Sementara untuk capaian IID tahun 2022 sebesar 54,50 poin, dan masuk pada kategori daerah atau kabupaten inovatif.

Kepala BAPPEDA Ciamis, David Firdha mengatakan, inovasi daerah digelar dalam rangka meningkatkan kinerja seluruh perangkat daerah.

Selain itu juga untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) dan masyarakat.

Hal itu nengacu pada Peraturan Bupati (Perbub) Ciamis Nomor 36 tahun 2020 tentang inovasi daerah Kabupaten Ciamis.

Yakni, menumbuhkembangkan budaya inovasi di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Ciamis.

“Lomba inovasi daerah sejak tahun 2019, hal ini sebagai indikator pendukung dalam pencapaian IID yang Kemendagri selenggarakan,”
David mengungkapkan, lomba inovasi daerah pada tahun 2019 hanya ikuti oleh kategori ASN saja.

Namun pada tahun 2020 sampai sekarang diikuti oleh kategori ASN dan masyarakat.

Sehingga, untuk pemenang lomba inovasi daerah nantinya terdiri dari unsur ASN dan masyarakat.

“Pemkab Ciamis telah memberikan penghargaan bagi para pemenang yang telah berhasil masuk 2 nominasi juara 1 sampai dengan juara 3 dan juara harapan,” tuturnya.

Ia mengatakan, lomba inovasi ini bisa menjadi masukan dan dimanfaatkan oleh Pemkab Ciamis sebagai bahan untuk perencanaan pembangunan.

“Tentunya ini ada tindaklanjut, melibatkan seluruh stakeholder, berpengaruh terhadap perencanaan pembangunan Kabupaten Ciamis,” ucapnya.

Berikut daftar Pemenang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Ciamis Tahun 2022

Adapaun pemenang lomba inovasi tahun 2022 dari unsur ASN, untuk Juara 1 atas nama A. Nopian Hendriana dari Dinas P2KBP3A.

A. Nopian mengusung judul inovasi “Internalisasi pengasuhan 1000 HPK dengan Gebrak Stunting”.

Selanjutnya, Juara 2 oleh Tomy Fauzi dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan judul SKOCI (Sistem Informasi Kopi Ciamis).

Lalu Juara 3 oleh Teti Gumiati dari SMA Negeri 2 Banjarsari dengan judul Jejak Rindu (Jejaring Jiwa Kewirausahaan Melalui Refleksi Inovasi Madu).

Selanjutnya, Juara Harapan, Ely Mulyaningsih dari Dinas Pendidikan dengan judul Relasi Nesair (Ruang Literasi Assidiq Berdiferensiasi SDN 1 Imbanagara Raya).

Sedangkan pemenang inovasi daerah dari unsur masyarakat, untuk Juara 1, Bahrul Ulum dari Desa Hegarmanah Kecamatan Cidolog.

Dengan jdul inovasi Gerakan Citerem Peduli Umat, Program Kegiatan Renovasi Rumah Masyarakat (RUMASA).

Lalu Juara 2 oleh Hernawan dari Desa Kertabumi Kecamatan Cijeungjing dengan judul Mayar Pajak Ku Pisang (MAPAIS).

Juara 3, Iim Gala Permana, dkk. dari Desa Kawali Kecamatan Kawali dengan judul “Kampung Nila Kawali”

Juara Harapan, H. Kusnendi dari Desa Sidamulya Kecamatan Cisaga dengan judul Salam Alaika (Satu Kolam Ikan Satu Keluarga).

David menambahkan, untuk tahun 2023 Pemda Ciamis melalui BAPPEDA telah merekap sebanyak 70 proposal inovasi daerah, jauh meningkat dibandingkan tahun 2022 yang sebanyak 40 proposal.

“Untuk peserta ke tingkat provinsi masih menunggu informasi, dan kita akan dorong minimal untuk para juara di tingkat kabupaten untuk ikut di ajang lomba tingkat provinsi” kata David.